Bersabarlah

Bersabarlah dalam menunggu pertolongan dan kemenangan. Bersabarlah bersamanya. Sadarlah kepadanya, dan jangan melupakannya.Janganlah engkau sadar setelah mati, Karena sadar setelah mati itu tidak berguna bagimu.Sadarlah sebelum mati. Bangunlah sebelum kamu di bangunkan, supaya kamu tidak menyesal di hari penyesalanmu yang tidak berguna dan perbaikilah hatimu, seseungguhnya jika hatimu baik, maka seluruh keadaanmu akan menjadi baik.

Hati yang baik

oleh Nasihat Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani

Hati di katakan baik bila di isi dengan takwa, tawakal, tauhid, dan ikhlas kepadanya dalam semua amalan. Bila tidak ada sifat2 tersebut, berarti hati dalam keadaan rusak. Hati ibarat burung dalam sangkar , ibarat biji dalam kelopak, dan ibarat harta dalam gudang. Yakni ia seperti burung bukan sangkar, ibarat biji bukan kelopak, dan seperti harta bukan gudangnya. Ya Allah sibukkan anggota badan kami untuk menaati-mu dan sibukkan hati kami untuk mengenalimu sepanjang hidup kami siang dan malam. Masukkan kami dalam golongan orang2 salih terdahulu, berilah kami rezeki dengan sesuatu yang telah engkau berikan kepada mereka. Engkau untuk kami sebagaimana engkau untuk mereka. Amin

Engkau untuk Allah swt

Engkau untuk Allah swt .Sebagaimana orang2 shalih untuk-nya sehingga engkau mendapat sesuatu sebagaimana yang mereka dapatkan. Jika engkau menginginkan Allah Azza wajalla bersamamu, maka sibukkanlah dirimu dengan menaatinya, sabar bersamanya, serta ridha akan perbuatannya terhadapmu. Kaum itu telah zuhud pada dunia dan mengambil bagian mereka daripadanya dengantangan takwa dan wara'. Kemudian mereka mencari akhirat dan melakukan amal2 untuknya. Mereka mendurhakai nafsunya dan menaati tuhannya. Mereka menasehati nafsunya sendiri kemudian menasehati oranglain.

Nasehati dirimu sendiri

Wahai ghulam, nasehati dirimu terlebih dahulu, barulah kemudian menasehati orang lain. Engkau harus lebih memperhatikan nasib dirimu. Janganlah engkau menoleh pada orang lain sedangkan dalam dirimu masih ada sesuatu yang harus di perbaiki. Celaka engkau. Engkau ingin menyelamatkan orang lain sedangkan dirimu sendiri dalam keada'an buta. Bagaimana orang buta dapat menuntun orang lain ? yang bisa menuntun manusia hanyalah orang yang dapat melihat. Yang bisa menolong mereka dari tenggelam di lautan hanyalah orang yang tangkas berenang. Yang dapat menuntun manusia kepada Allah Azza wa jalla hanyalah orang yang telah memiliki ma'rifat kepada-nya. Adapun orang yang tidak mengenalnya, bagaimana mungkin ia dapat menunjukkan kepada-nya ? Engkau tidak mempunyai hak untuk berbicara tentang kebebasan perilaku Allah swt. Engkau harus mencintainya dan beramal untuk-nya, bukan untuk lainnya. Ini merupakan ungkapan hati, bukan hanya di lidah. INi adalah bisikan nurani, bukan gerakan lahir. Jika tauhid berada di pintu rumah sedangkan syirik berada di dalam rumah, itu kemunafikan namanya. Celaka engkau, lidahmu takut tetapi hatimu menentang. Lidahmu bersyukur sedang hatimu kufur. 

Jika engkau benar2 hambanya

Celaka, engkau mengaku menjadi Hambanya, tetapi menaati selain dia. Jika engkau benar2 Hamba-Nya, engkau tentu akan setia kepada-Nya. Seorang mukmin yang yakin tidak mengikuti nafsu, syaitan, dan keinginannya. Ia tidak mengenal syaitan, apalagi menaatinya. Ia tidak mempedulikan dunia, apa lagi tunduk kepadanya. Bahkan ia akan menghinaka dunia dan mencari akhirat. Jika dia berhasil meninggalkan dunia dan sampai kepada tuhannya, maka dia akan murni beribadah kepadanya sepanjang hayatnya, sebagaimana yang di kehendaki Allah swt.

Tidurlah di dalam pelukan takdir

Wahai ghulam, tidurlah di dalam pelukan takdir berbantalkan sabar, berselimut pasrah, sambil beribadah menantikan pertolongan Allah awt.Jika kamu berbuat demikian, Allah swt, akan melimpahkan karunia yang tidak kamu duga. Menyerahlah pada ketentuan Allah swt.Terimalah pesan ini. Kepasrahanku kepada takdir telah membuatku semakin dekat dengan Dzat yang maha menentukan. Kemarilah, kita bersimpuh di hadapan Allah swt. Dan bersimpuh kepada takdir dan perbuatan-Nya. Kita tundukkan zhahir danbatin kita. Kita menerima takdir dan berjalan di atasnya. Kita memuliakan utusan raja karena melihat yang mengutusnya. Juka kita bersikap demikianterhadapa-Nya, sikap itu akan mengantarkan kita untukbershuhbah kepada-Nya.

Minum dari lautan ilmu

Engkau akan minum dari lautan ilmunya, memakan dari gugusan karunianya, dan berbahagia dalam sentuhan rahmatnya. Sungguh, keadaan ini hanya di berikan kepada satu diantara sejuta orang. Wahai ghulam, engkau harus selalu bertakwa, janganlah mengikuti nafsu dan kawan2 yang jahat. Seorang mukmin tidak boleh lelah dalam memerangi mereka. Janganlah memasukkan pedang ke dalam sarungnya, bahkan jangan turun dari keduanya. Dia tidur seperti para wali, makan ketika telah lapar, yang di bicarakan dan diam menjadi perangai mereka. Hanya ketentuan Allah dan perbuatan Allah yang membuat mereka berbicara. Allah swt. Yang menggerakkan lidah mereka untuk berbicara sebagaimana Allah telah menggerakkan anggota badan merkea untuk berbicara kelak pada hari kiamat. Allah swt. Yang menjadikan sesuatu dapat berbicara sebagaimana menjadikan benda2 dapat berbicara. Jika Allah swt. Menghendaki itu semua untuk mereka, maka Allah akan menyediakannya. Allah swt. Telah menghendaki agar berita gembira dan peringatan itu sampai kepada manusia.Agar dapat meminta pertanggung jawaban ke atas mereka, maka Allah swt. Telah mengutus para nabi dan rasul a.s Manakalah Allah swt. Telah mengirim para ulam untuk meneruskan kerja tersebut, maka Allah swt. Telah mengirim para ulama untuk meneruskan kerja tersebut dan membangun umat manusia. Nabi bersabda, "Ulama adalah pewaris para nabi"